Rabu, 13 November 2013

Don't you remember?

Senior high school, yah itulah masa yang saat ini terjadi pada gadis itu, lelaki itu dan teman – temannya. Suatu tenpat berbagi suka, duka canda, marah, bahkan bahagia. Suatu tempat bertemu orang-orang baru dan mendapat ilmu. Kelas x2, ruangan  belajar selama 2 semester saling bersama dan gadis & lelaki itu bertemu.
Pada awalnya tak saling mengenal bahkan acuh tak acuh satu sama lain. Gadis itu hanya mengetahui dunia nya saja, bisa dibilang hanya mengenal orang – orang yang ada pada kehidupannya saja.  Yah “awam” sih begitulah istilahnya. Lelaki itu pun enggan berbicara sepatah katapun dikelas tersebut.
Angin berhembus, hari – hari pun berlalu, mulai  ada pembicaraan di kelas. Saling bicara satu sama lain, sebagai jalan perkenalan. Gadis itu pun sudah memiliki teman baru, walau hanya beberapa teman sih. Tapi, taka pa untuk beberapa hari itu sudah langkah awal yang baik.
Desir angin yang tak begitu kencang menerbangkan rambut – rambut kecil gadis itu sehingga terlihat lebih manis dari hari – hari sebelumnya. Gadis itu sudah mengenal seisi orang dikelas tersebut. Tapi ada yang aneh, gadis itu pun mulai mencari – cari dan memperhatikan seisi ruangan. Yaah dapat…dia, lelaki itu. Enggan berbicara apa – apa hanya senyuman yang terlontar dari waja h bulatnya saat orang menanyainya.
Tapi, gadis itu tidak berfikir terlalu jauh. Doa memikirkan bahwa kehidupan sekarang saat berbeda denga waktu lalu di SMP. Bulan -  bulan pun berlalu, kekeluargaan di kelas tersebut pun semakin menjadi – jadi. Saat ini, sudah memulai untuk memahami walaupun tak banyak. Yah, itulah SMA, di SMA ini banyak sekali kegiatan yang mengasah kemampuan maupun mempererat persudaraan. Oh tidak, ternyata.. gadis dan lelaki itu berjuang dan berkompetisi dalam kegiatan yang sama dalam rangka lomba awal tahun ajaran baru.
Tak disangka mereka mendapat juara pertama. Gadis itu bangga atas prestasinya, tapi tetap saja dia acuh pada lelaki tersebut. Meskipun,kabarnya sih ada gosip – gosip istilahnya nih yah. Tapi dia tak peduli, dia tetap saja acuh tak acuh dan menganggap itu angin lalu baginya.
Wussh, angin bertiup sehingga terasa menggetarkan tubuh. Yah semester 2 pun datang, gadis itu menyambutnya dengan bersemangat. Ada yang berbeda, dia mulai untuk lebih serius belajar dikelas. Perasaan yang tidak biasa, lelaki itu, mucul lagi dipikirannya. Dia mulai untuk berbicara dengannya, peristiwa itu pun terjadi setiap hari bahkan setiap waktu. Gadis itu merasa kan sebuah kenyaman. Bahkan, terkadang mereka saling tertawa bersama.

Raut wajah keduamya saling tertawa, saat cerita bersama dan mulai ada perbincangan untuk saling mengenal. Di benak gadis itu berfikir “don’t you remember? I felt comfortable when I side you. I’m so sorry in the past. When are you know it ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar