Senior high school, yah itulah masa yang
saat ini terjadi pada gadis itu, lelaki itu dan teman – temannya. Suatu tenpat
berbagi suka, duka canda, marah, bahkan bahagia. Suatu tempat bertemu
orang-orang baru dan mendapat ilmu. Kelas x2, ruangan belajar selama 2 semester saling bersama dan
gadis & lelaki itu bertemu.
Pada awalnya tak saling mengenal bahkan
acuh tak acuh satu sama lain. Gadis itu hanya mengetahui dunia nya saja, bisa
dibilang hanya mengenal orang – orang yang ada pada kehidupannya saja. Yah “awam” sih begitulah istilahnya. Lelaki
itu pun enggan berbicara sepatah katapun dikelas tersebut.
Angin berhembus, hari – hari pun
berlalu, mulai ada pembicaraan di kelas.
Saling bicara satu sama lain, sebagai jalan perkenalan. Gadis itu pun sudah
memiliki teman baru, walau hanya beberapa teman sih. Tapi, taka pa untuk
beberapa hari itu sudah langkah awal yang baik.
Desir angin yang tak begitu kencang
menerbangkan rambut – rambut kecil gadis itu sehingga terlihat lebih manis dari
hari – hari sebelumnya. Gadis itu sudah mengenal seisi orang dikelas tersebut.
Tapi ada yang aneh, gadis itu pun mulai mencari – cari dan memperhatikan seisi
ruangan. Yaah dapat…dia, lelaki itu. Enggan berbicara apa – apa hanya senyuman
yang terlontar dari waja h bulatnya saat orang menanyainya.
Tapi, gadis itu tidak berfikir terlalu
jauh. Doa memikirkan bahwa kehidupan sekarang saat berbeda denga waktu lalu di
SMP. Bulan - bulan pun berlalu,
kekeluargaan di kelas tersebut pun semakin menjadi – jadi. Saat ini, sudah
memulai untuk memahami walaupun tak banyak. Yah, itulah SMA, di SMA ini banyak
sekali kegiatan yang mengasah kemampuan maupun mempererat persudaraan. Oh
tidak, ternyata.. gadis dan lelaki itu berjuang dan berkompetisi dalam kegiatan
yang sama dalam rangka lomba awal tahun ajaran baru.
Tak disangka mereka mendapat juara
pertama. Gadis itu bangga atas prestasinya, tapi tetap saja dia acuh pada
lelaki tersebut. Meskipun,kabarnya sih ada gosip – gosip istilahnya nih yah.
Tapi dia tak peduli, dia tetap saja acuh tak acuh dan menganggap itu angin lalu
baginya.
Wussh, angin bertiup sehingga terasa
menggetarkan tubuh. Yah semester 2 pun datang, gadis itu menyambutnya dengan
bersemangat. Ada yang berbeda, dia mulai untuk lebih serius belajar dikelas.
Perasaan yang tidak biasa, lelaki itu, mucul lagi dipikirannya. Dia mulai untuk
berbicara dengannya, peristiwa itu pun terjadi setiap hari bahkan setiap waktu.
Gadis itu merasa kan sebuah kenyaman. Bahkan, terkadang mereka saling tertawa
bersama.
Raut wajah keduamya saling tertawa, saat
cerita bersama dan mulai ada perbincangan untuk saling mengenal. Di benak gadis
itu berfikir “don’t you remember? I felt comfortable when I side you. I’m so sorry
in the past. When are you know it ?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar