Rabu, 13 November 2013

perpisahan bukan akhir segalanya

hari ini adalah hari perpisahan di sekolah ku. ada perasaan semangat dan sedih untuk datang ke acara perpisahan itu. sedih karena harus meninggalkan sekolah, meninggalkan guru - guru da juga teman - teman yang telah aku kenal selama tiga tahun ini.

sedih, bahagia, duka, cita, tawa, gembira telah ku lewati semua selama berada di sekolah ini, di sekolah ini pun telah menjadi rumah kedua bagi hatiku. karena sekolah inilah dari pagi hingga menjelang sore aku dan siswa/ siswi yang lain tentunya menghabiskan waktu selama menjadi pelajar disini.

tapi aku dan teman - temanku yang sudak aku anggap sebagai saudara ku sendiri berjanji bahwa meski kami sudah berpisah dan meski tak satu sekolah lagi kami akan tetap menjaga komunikasi.
acara demi acara pun semakin lama semakin telah di lewati. itu tandanya semakin di penghujung acara perpisahan ini.

di akhir acara, guru - guru dan siswa/siswi saling bersalaman, dan berfoto - foto untuk mengabadikan momen penting ini, di dalam benakku berkata "perpisahan bukan akhir segalanya, life is must go on.


how bad today is!

Jam tepat menunjukkan pukul 05.00 wib, tiba saatnya bagi jam weker di kamar gue berdering. Lantas gue langsung mematikan jam weker tersebut, meskipun nyokap gue udah teriak – teriak buat nyuruh bangun. Gue pun kembali tidur.

Astaga…setelah gue bangun, gue melirik jam pukul 05.55 wib. Gue langsung berdiri sedikit berlari menuju ke kamar mandi tak lupa juga membawa handuk yang di gantung di gantungan baju gue. Biasanya gue mandi paling lama itu 45 menit dan paling sebentar itu 30 menit. Enggak terduga gue tadi mandi hanya menghabiskan waktu 10 menit. Wow…..

Setelah gue dandan, memakai baju yang rapi dan sudah memastikan kalau gak ada barang – barang sekolah gue yang tertinggal. Ya, tepatnya hari ini. Hari pertama gue masuk SMA, SMA gue ini paling bergengsi di kota gue, gak heran kalau banyak banget siswa/siswi yang kepingin banget buat masuk di SMA ini.

Gue langsung ke dapur menghampiri mama yang sedang mengolesi roti tawar dengan selai, papa sedang sarapan. Setelah mama selesai mengolesi roti tawar dengan selai untuk  bekal gue di sekolah nanti. Gue harus buru – buru ke sekolah dan gue pun langsung berpamitan dengan nyokap dan bokap gue. Maklum deh, hari ini hari senin kalo kata orang – orang buat hari senin sih “I hate Monday” ya gitu deh, mungkin senin itu waktu berakhir nya  hari minggu kali yaa jadi nya berat banget buat dijalanin.
Setelah keluar dari rumah, gue naik angkot kesekolah. Setelah cukup lama di perjalanan, ternyata jalanan macet.

Di dalam angkot, gue terus berfikir “bagaimana jika gue telat gue baru jadi siswa SMA hari ini?”. Setelah beberapa menit kemudian, sampai lah gue ke sekolah tercinta yang di idam – idamkan.
Pintu gerbang sudah di kunci, di belakang gerbang seorang satpam sedang melirik kea rah gue. Gue pun memberanikan diri mendekati gerbang dan mencoba untuk masuk. Kesialan pun terjadi, gue disuruh memunguti sampah – sampah di sekitar sekolah, lumayan capek lah SMA ini gede banget….setelah cukup lama, gue disuruh push – up 50 kali, berat hati untuk  melakukan push – up, maklum, gue adalah tipe cewek yang bisa dibilang benci olahraga.

Setelah melakukan itu, dengan baju gue basah, rambut gue berantakan, baju gue kotor jadilah penderitaan gue untuk siswi  baru terjorok  di SMA ini. Ternyata, penderitaan gue tidak habis sampe disini, upacara dimulai, dengan muka tanpa dosa pun gue mencari – cari barisan yang akan menjadi kelas gue nanti dan gue pun langsung masuk barisan.

Tak lama kemudian..”siswi yang baru hadir itu, silakan maju ke tengah lapangan”..oh my god itu suara Pembina upacara. Gue pun terdiam, dan menuju ke tengah lapangan upacara dengan muka malu dan menunduk. Rasanya, pingin bener untuk tidak menjalani hari ini.

Setelah penderitaan yang pertama, da dipermalukan di depan semua orang di lapangan upacara tadi, gue mencari kelas yang akan gue tempati. Orang – orang seakan melihat ke arah gue dan berbisik – bisik. Pinta gue pada tuhan hanya satu “ya tuhan, gue pengen cepet – cepet menemukan kelas gue dan melewati hari ini”. Tidak lama kemudian, tuhan cepet banget ngabulin do’a gue. Seorang cowok dengan tampang cool menghampiri gue, mungkin dia simpati ngeliat gue kali ya.. dia pun ngebantu gue.


Setelah saat itu pikiran gue melayang – layang “oh god, I promise will be better than this for tomorrow, and how bad today is”


Don't you remember?

Senior high school, yah itulah masa yang saat ini terjadi pada gadis itu, lelaki itu dan teman – temannya. Suatu tenpat berbagi suka, duka canda, marah, bahkan bahagia. Suatu tempat bertemu orang-orang baru dan mendapat ilmu. Kelas x2, ruangan  belajar selama 2 semester saling bersama dan gadis & lelaki itu bertemu.
Pada awalnya tak saling mengenal bahkan acuh tak acuh satu sama lain. Gadis itu hanya mengetahui dunia nya saja, bisa dibilang hanya mengenal orang – orang yang ada pada kehidupannya saja.  Yah “awam” sih begitulah istilahnya. Lelaki itu pun enggan berbicara sepatah katapun dikelas tersebut.
Angin berhembus, hari – hari pun berlalu, mulai  ada pembicaraan di kelas. Saling bicara satu sama lain, sebagai jalan perkenalan. Gadis itu pun sudah memiliki teman baru, walau hanya beberapa teman sih. Tapi, taka pa untuk beberapa hari itu sudah langkah awal yang baik.
Desir angin yang tak begitu kencang menerbangkan rambut – rambut kecil gadis itu sehingga terlihat lebih manis dari hari – hari sebelumnya. Gadis itu sudah mengenal seisi orang dikelas tersebut. Tapi ada yang aneh, gadis itu pun mulai mencari – cari dan memperhatikan seisi ruangan. Yaah dapat…dia, lelaki itu. Enggan berbicara apa – apa hanya senyuman yang terlontar dari waja h bulatnya saat orang menanyainya.
Tapi, gadis itu tidak berfikir terlalu jauh. Doa memikirkan bahwa kehidupan sekarang saat berbeda denga waktu lalu di SMP. Bulan -  bulan pun berlalu, kekeluargaan di kelas tersebut pun semakin menjadi – jadi. Saat ini, sudah memulai untuk memahami walaupun tak banyak. Yah, itulah SMA, di SMA ini banyak sekali kegiatan yang mengasah kemampuan maupun mempererat persudaraan. Oh tidak, ternyata.. gadis dan lelaki itu berjuang dan berkompetisi dalam kegiatan yang sama dalam rangka lomba awal tahun ajaran baru.
Tak disangka mereka mendapat juara pertama. Gadis itu bangga atas prestasinya, tapi tetap saja dia acuh pada lelaki tersebut. Meskipun,kabarnya sih ada gosip – gosip istilahnya nih yah. Tapi dia tak peduli, dia tetap saja acuh tak acuh dan menganggap itu angin lalu baginya.
Wussh, angin bertiup sehingga terasa menggetarkan tubuh. Yah semester 2 pun datang, gadis itu menyambutnya dengan bersemangat. Ada yang berbeda, dia mulai untuk lebih serius belajar dikelas. Perasaan yang tidak biasa, lelaki itu, mucul lagi dipikirannya. Dia mulai untuk berbicara dengannya, peristiwa itu pun terjadi setiap hari bahkan setiap waktu. Gadis itu merasa kan sebuah kenyaman. Bahkan, terkadang mereka saling tertawa bersama.

Raut wajah keduamya saling tertawa, saat cerita bersama dan mulai ada perbincangan untuk saling mengenal. Di benak gadis itu berfikir “don’t you remember? I felt comfortable when I side you. I’m so sorry in the past. When are you know it ?