"hai kelas terkompak".....send.
pagi itu, gue menyapa kelas gue yang gue tempati di kelas 10 dulu. kenalin nih nama gue alice, gue sekarang sudah keals 11 SMA tapi gue masih aja inget waktu kelas 10 dulu. mungkin ibarat kata, gue itu masih belum move on kali ya. memang sih, gue masih pengen lama - lama di kelas 10 gue dulu.
gue merasai nyaman banget, suka duka jadi satu deh. pokoknya kita itu udah jadi satu disana hhoho. tapi, apa mau di kata, mau naik di kelas 11 pastilah di rolling dahulu. meski kita gak sekelas lagi, gak menghalangi kami tetap berkomunikasi kok. kami tetap menjalani komunikasi dengan baik.
kadang - kadang kami membuat acara sendiri untuk menjalin silaturahmi satu sama lain, jalan bareng dan kebersamaan lainnya. di hari itu kami ketawa breng, asyik bareng, seneng - seneng deh.
kenangan tentu banyak sekali tercipta di kelas ini, kenangan yang paling berkesan tuh tercipta pada saat kami memenangkan dua dari banyak lomba yang diadakan di sekolah kami pada saat akhir semester 2. kami sangat bangga memenangkannya, lomba itu antar kelas dari kelas 10-12 yang berlangsung selama dua hari. pada hari terakhir kami bersama dalam satu kelas. hari itu pun kami habiskan untuk bersama - sama.
kegiatan kami isi dengan foto - foto bareng dan memakan hadiah hasil kami memenangkan lomba tadi. ingin rasanya hari ini jangan cepat berlalu. kami masih ingin bersama untuk tahun - tahun kedepan. yah, tapi apa mau dikata hari ini pun beakhir. but, ini bukan akhir dari segalanya kebersamaan kita teman, kita tetap satu kok :D.
Short Story Of TEENAGER
this is my blog, hope you'll enjoy it ^_^
Sabtu, 07 Desember 2013
What i Feel to You?
sudah satu semester emma menempati kelas baru di sekolahnya semenjak kelas 2 ini. dia berada di kelas ipa 2, sudah banyak hari - hari yang di lalui emma di kelas nya. mulai dari perasaan suka dan duka ada pada diri emma saat berada di kelas tersebut.
ada sebuah perasaan yang janggal di hati emma, entah mengapa dia belum mendapat "feel" di kelas tersebut. emma belum merasakan nyaman, kalaupun ada itu hanya satu titik kecil dalam beribu - ribu titik. sebenarnya emma ingin membuang jauh rasa ketidaknyamanan itu. tapi, whatever lah "feel" itu ibaratnya belum ada di diri emma.
hari demi hari pun silih berganti, mungkin "feel" tadi berubah walaupun cuma sedikit nanti juga bakal menjadi bukit, itulah yang ada di pikiran emma. dia mencoba untuk beradaptasi disana, dia sudah mencoba untuk dekat satu sama lain, mengobrol, bermain - main, ke kantin bareng, dll.
emma mencoba untuk menjadi bagan dari mereka. tapi, saat emma sudah mulai sedikit merasa nyaman ada saja sesuatu yang emma harus menarik kenyaman pada dirinya. emma sangat bingung berada di kelas tersebut. memilih untuk menanamkan "feel" itu atau tidak meski harus terpaksa. tapi, hari - hari emma di kelas tersebut bisa dibilang sangat dipaksakan. emma ingin sekali semester ini cepat berlalu.
meskipun begitu, emma tetap bersikap baik pada teman - teman di kelas nya. emma juga suka membantu temannya jika meminta bantuan dari nya. emma ingin bersikap baik meski "feel" itu belum didapatkan. emma masih terus belajar sampai yang dia inginkan di sekolah bisa tercapai. emma tidak akan kalah sebelum berperang, karena emma tahu tuhan tidak akan memberi ujian melampaui batas makhluk nya.
semangat emma :D
ada sebuah perasaan yang janggal di hati emma, entah mengapa dia belum mendapat "feel" di kelas tersebut. emma belum merasakan nyaman, kalaupun ada itu hanya satu titik kecil dalam beribu - ribu titik. sebenarnya emma ingin membuang jauh rasa ketidaknyamanan itu. tapi, whatever lah "feel" itu ibaratnya belum ada di diri emma.
hari demi hari pun silih berganti, mungkin "feel" tadi berubah walaupun cuma sedikit nanti juga bakal menjadi bukit, itulah yang ada di pikiran emma. dia mencoba untuk beradaptasi disana, dia sudah mencoba untuk dekat satu sama lain, mengobrol, bermain - main, ke kantin bareng, dll.
emma mencoba untuk menjadi bagan dari mereka. tapi, saat emma sudah mulai sedikit merasa nyaman ada saja sesuatu yang emma harus menarik kenyaman pada dirinya. emma sangat bingung berada di kelas tersebut. memilih untuk menanamkan "feel" itu atau tidak meski harus terpaksa. tapi, hari - hari emma di kelas tersebut bisa dibilang sangat dipaksakan. emma ingin sekali semester ini cepat berlalu.
meskipun begitu, emma tetap bersikap baik pada teman - teman di kelas nya. emma juga suka membantu temannya jika meminta bantuan dari nya. emma ingin bersikap baik meski "feel" itu belum didapatkan. emma masih terus belajar sampai yang dia inginkan di sekolah bisa tercapai. emma tidak akan kalah sebelum berperang, karena emma tahu tuhan tidak akan memberi ujian melampaui batas makhluk nya.
semangat emma :D
Rabu, 13 November 2013
perpisahan bukan akhir segalanya
hari ini adalah hari perpisahan di sekolah ku. ada perasaan
semangat dan sedih untuk datang ke acara perpisahan itu. sedih karena harus
meninggalkan sekolah, meninggalkan guru - guru da juga teman - teman yang telah
aku kenal selama tiga tahun ini.
sedih, bahagia, duka, cita, tawa,
gembira telah ku lewati semua selama berada di sekolah ini, di sekolah ini pun
telah menjadi rumah kedua bagi hatiku. karena sekolah inilah dari pagi hingga
menjelang sore aku dan siswa/ siswi yang lain tentunya menghabiskan waktu
selama menjadi pelajar disini.
tapi aku dan teman - temanku yang
sudak aku anggap sebagai saudara ku sendiri berjanji bahwa meski kami sudah
berpisah dan meski tak satu sekolah lagi kami akan tetap menjaga komunikasi.
acara demi acara pun semakin lama
semakin telah di lewati. itu tandanya semakin di penghujung acara perpisahan
ini.
di akhir acara, guru - guru dan
siswa/siswi saling bersalaman, dan berfoto - foto untuk mengabadikan momen
penting ini, di dalam benakku berkata "perpisahan bukan akhir segalanya,
life is must go on.
how bad today is!
Jam tepat menunjukkan pukul 05.00 wib, tiba saatnya bagi jam
weker di kamar gue berdering. Lantas gue langsung mematikan jam weker tersebut,
meskipun nyokap gue udah teriak – teriak buat nyuruh bangun. Gue pun kembali
tidur.
Astaga…setelah gue bangun, gue melirik jam pukul 05.55 wib. Gue
langsung berdiri sedikit berlari menuju ke kamar mandi tak lupa juga membawa
handuk yang di gantung di gantungan baju gue. Biasanya gue mandi paling lama
itu 45 menit dan paling sebentar itu 30 menit. Enggak terduga gue tadi mandi
hanya menghabiskan waktu 10 menit. Wow…..
Setelah gue dandan, memakai baju yang rapi dan sudah
memastikan kalau gak ada barang – barang sekolah gue yang tertinggal. Ya,
tepatnya hari ini. Hari pertama gue masuk SMA, SMA gue ini paling bergengsi di
kota gue, gak heran kalau banyak banget siswa/siswi yang kepingin banget buat
masuk di SMA ini.
Gue langsung ke dapur menghampiri mama yang sedang mengolesi
roti tawar dengan selai, papa sedang sarapan. Setelah mama selesai mengolesi
roti tawar dengan selai untuk bekal gue
di sekolah nanti. Gue harus buru – buru ke sekolah dan gue pun langsung
berpamitan dengan nyokap dan bokap gue. Maklum deh, hari ini hari senin kalo
kata orang – orang buat hari senin sih “I hate Monday” ya gitu deh, mungkin
senin itu waktu berakhir nya hari minggu
kali yaa jadi nya berat banget buat dijalanin.
Setelah keluar dari rumah, gue naik angkot kesekolah. Setelah
cukup lama di perjalanan, ternyata jalanan macet.
Di dalam angkot, gue terus
berfikir “bagaimana jika gue telat gue baru jadi siswa SMA hari ini?”. Setelah beberapa
menit kemudian, sampai lah gue ke sekolah tercinta yang di idam – idamkan.
Pintu gerbang sudah di kunci, di belakang gerbang seorang
satpam sedang melirik kea rah gue. Gue pun memberanikan diri mendekati gerbang dan
mencoba untuk masuk. Kesialan pun terjadi, gue disuruh memunguti sampah –
sampah di sekitar sekolah, lumayan capek lah SMA ini gede banget….setelah cukup
lama, gue disuruh push – up 50 kali, berat hati untuk melakukan push – up, maklum, gue adalah tipe
cewek yang bisa dibilang benci olahraga.
Setelah melakukan itu, dengan baju gue basah, rambut gue
berantakan, baju gue kotor jadilah penderitaan gue untuk siswi baru terjorok di SMA ini. Ternyata, penderitaan gue tidak
habis sampe disini, upacara dimulai, dengan muka tanpa dosa pun gue mencari –
cari barisan yang akan menjadi kelas gue nanti dan gue pun langsung masuk
barisan.
Tak lama kemudian..”siswi yang baru hadir itu, silakan maju
ke tengah lapangan”..oh my god itu suara Pembina upacara. Gue pun terdiam, dan
menuju ke tengah lapangan upacara dengan muka malu dan menunduk. Rasanya,
pingin bener untuk tidak menjalani hari ini.
Setelah penderitaan yang pertama, da dipermalukan di depan
semua orang di lapangan upacara tadi, gue mencari kelas yang akan gue tempati. Orang
– orang seakan melihat ke arah gue dan berbisik – bisik. Pinta gue pada tuhan
hanya satu “ya tuhan, gue pengen cepet – cepet menemukan kelas gue dan melewati
hari ini”. Tidak lama kemudian, tuhan cepet banget ngabulin do’a gue. Seorang cowok
dengan tampang cool menghampiri gue, mungkin dia simpati ngeliat gue kali ya..
dia pun ngebantu gue.
Setelah saat itu pikiran gue melayang – layang “oh god, I promise
will be better than this for tomorrow, and how bad today is”
![]() |
Don't you remember?
Senior high school, yah itulah masa yang
saat ini terjadi pada gadis itu, lelaki itu dan teman – temannya. Suatu tenpat
berbagi suka, duka canda, marah, bahkan bahagia. Suatu tempat bertemu
orang-orang baru dan mendapat ilmu. Kelas x2, ruangan belajar selama 2 semester saling bersama dan
gadis & lelaki itu bertemu.
Pada awalnya tak saling mengenal bahkan
acuh tak acuh satu sama lain. Gadis itu hanya mengetahui dunia nya saja, bisa
dibilang hanya mengenal orang – orang yang ada pada kehidupannya saja. Yah “awam” sih begitulah istilahnya. Lelaki
itu pun enggan berbicara sepatah katapun dikelas tersebut.
Angin berhembus, hari – hari pun
berlalu, mulai ada pembicaraan di kelas.
Saling bicara satu sama lain, sebagai jalan perkenalan. Gadis itu pun sudah
memiliki teman baru, walau hanya beberapa teman sih. Tapi, taka pa untuk
beberapa hari itu sudah langkah awal yang baik.
Desir angin yang tak begitu kencang
menerbangkan rambut – rambut kecil gadis itu sehingga terlihat lebih manis dari
hari – hari sebelumnya. Gadis itu sudah mengenal seisi orang dikelas tersebut.
Tapi ada yang aneh, gadis itu pun mulai mencari – cari dan memperhatikan seisi
ruangan. Yaah dapat…dia, lelaki itu. Enggan berbicara apa – apa hanya senyuman
yang terlontar dari waja h bulatnya saat orang menanyainya.
Tapi, gadis itu tidak berfikir terlalu
jauh. Doa memikirkan bahwa kehidupan sekarang saat berbeda denga waktu lalu di
SMP. Bulan - bulan pun berlalu,
kekeluargaan di kelas tersebut pun semakin menjadi – jadi. Saat ini, sudah
memulai untuk memahami walaupun tak banyak. Yah, itulah SMA, di SMA ini banyak
sekali kegiatan yang mengasah kemampuan maupun mempererat persudaraan. Oh
tidak, ternyata.. gadis dan lelaki itu berjuang dan berkompetisi dalam kegiatan
yang sama dalam rangka lomba awal tahun ajaran baru.
Tak disangka mereka mendapat juara
pertama. Gadis itu bangga atas prestasinya, tapi tetap saja dia acuh pada
lelaki tersebut. Meskipun,kabarnya sih ada gosip – gosip istilahnya nih yah.
Tapi dia tak peduli, dia tetap saja acuh tak acuh dan menganggap itu angin lalu
baginya.
Wussh, angin bertiup sehingga terasa
menggetarkan tubuh. Yah semester 2 pun datang, gadis itu menyambutnya dengan
bersemangat. Ada yang berbeda, dia mulai untuk lebih serius belajar dikelas.
Perasaan yang tidak biasa, lelaki itu, mucul lagi dipikirannya. Dia mulai untuk
berbicara dengannya, peristiwa itu pun terjadi setiap hari bahkan setiap waktu.
Gadis itu merasa kan sebuah kenyaman. Bahkan, terkadang mereka saling tertawa
bersama.
Raut wajah keduamya saling tertawa, saat
cerita bersama dan mulai ada perbincangan untuk saling mengenal. Di benak gadis
itu berfikir “don’t you remember? I felt comfortable when I side you. I’m so sorry
in the past. When are you know it ?
Langganan:
Postingan (Atom)


